Malam Tasyakuran HUT RI ke-81, Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang Pilih Sederhana, Utamakan Persaudaraan

Sosial 04 Aug 2026 22:23 2 min read 162 views By Bang_Ali

Share berita ini

Malam Tasyakuran HUT RI ke-81, Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang Pilih Sederhana, Utamakan Persaudaraan
MAHATIDANA.COM | BAWEN – Semangat "Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang" masih menjadi pegangan kuat bagi keluarga besar Pemuda Pancas...

MAHATIDANA.COM | BAWEN – Semangat "Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang" masih menjadi pegangan kuat bagi keluarga besar Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang. Menyambut malam Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran pengurus dan anggota akan menggelar tasyakuran sederhana pada Sabtu malam, 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Dalam acara itu juga akan dipanjatkan doa bersama untuk arwah para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejumlah persiapan mulai dilakukan oleh anggota. Namun berbeda dengan beberapa tahun lalu yang identik dengan perayaan meriah, tasyakuran kali ini dikemas secara sederhana, hangat, dan penuh makna.

Bagi keluarga besar Pemuda Pancasila, kesederhanaan bukan berarti mengurangi semangat. Justru melalui kebersamaan yang apa adanya, nilai persaudaraan semakin terasa kuat.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan tidak membiarkan perbedaan menjadi penyebab perpecahan," ujar salah seorang anggota.

Semangat tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo, yang selama ini selalu menanamkan nilai-nilai kesederhanaan kepada seluruh kader.

Menurutnya, sebuah rapat atau pertemuan tidak harus digelar di tempat mewah. Duduk lesehan di atas tikar, ditemani kacang rebus dan air mineral, sudah cukup menjadi simbol kebersamaan yang tulus.

Pesan itu membekas di hati para anggota. Sugito, salah satu kader, mengenang momen sekitar sepuluh tahun silam saat mendampingi kegiatan SAPMA Pemuda Pancasila di wilayah perbatasan Kabupaten Semarang dan Temanggung.

"Acara waktu itu sangat sederhana, lesehan di desa di lereng Gunung Ungaran dan Merbabu. Tapi suasananya begitu hangat. Kami merasa benar-benar diperhatikan dan terayomi oleh Ketua MPW. Kenangan itu sampai sekarang masih melekat," tuturnya.

Bagi anggota Pemuda Pancasila, hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan organisasi.

"Kita memang tidak sedarah, tetapi kita lebih dari saudara."

Prinsip itulah yang terus dijaga. Organisasi yang berasaskan Pancasila ini menaungi berbagai latar belakang suku, agama, dan ras. Semua dipersatukan dalam semangat gotong royong, saling menghormati, dan saling membantu.

Melalui tasyakuran HUT RI ke-81 ini, Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang ingin menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak diukur dari megahnya sebuah acara, melainkan dari kokohnya persaudaraan, kesantunan dalam bersikap, serta komitmen bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di tengah kesederhanaan, semangat nasionalisme tetap menyala. Karena bagi mereka, rasa syukur atas kemerdekaan adalah momentum untuk terus mempererat persatuan dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Mahatidana

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp